Salah satu hal yang sering menimbulkan pertanyaan di kalangan dosen adalah bagaimana pembagian angka kredit (KUM) ketika sebuah artikel ditulis secara kolaboratif. Hal ini penting untuk dipahami karena besarnya angka kredit yang diterima setiap penulis tidak selalu sama, melainkan disesuaikan dengan posisi kepengarangan dalam publikasi tersebut.
Memahami mekanisme ini penting, terutama bagi dosen yang sedang mempersiapkan usulan kenaikan jabatan akademik. Dengan mengetahui cara pembagian angka kredit sejak awal, dosen dapat menyusun strategi publikasi yang lebih terarah dan menghindari kesalahpahaman dalam tim peneliti. Terlebih lagi, sejak berlakunya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen yang membuat pemenuhan angka kredit menjadi perhatian penting bagi dosen karena setiap jenjang jabatan akademik memiliki batas minimal angka kredit yang harus dipenuhi.
Siapa yang disebut Penulis Utama?
Dalam penilaian jabatan fungsional dosen, penulis utama biasanya meliputi:
- Penulis pertama (first author)
- Penulis korespondensi (corresponding author)
Penulis utama dianggap memiliki kontribusi paling besar dalam perencanaan penelitian, pengolahan data, penyusunan naskah, hingga proses komunikasi dengan editor dan reviewer.
Penulis Pertama (First Author)
Penulis pertama (first author) adalah penulis yang namanya tercantum pada urutan pertama dalam artikel ilmiah. Posisi ini biasanya diberikan kepada penulis yang memiliki kontribusi terbesar dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan naskah. Dalam dunia akademik, posisi sebagai penulis pertama sering dianggap sebagai bentuk pengakuan atas peran utama seseorang dalam menghasilkan karya ilmiah tersebut dimana namanya akan muncul pada saat disitasi.
Penulis Korespondensi (Corresponding Author)
Penulis korespondensi (corresponding author) adalah penulis yang bertanggung jawab dalam komunikasi dengan jurnal, mulai dari proses pengiriman naskah, revisi, hingga artikel diterbitkan. Nama penulis korespondensi biasanya ditandai dengan alamat email yang tercantum pada artikel.
Nama penulis korespondensi biasanya ditandai dengan simbol khusus (misalnya tanda *) dan alamat email yang dicantumkan pada artikel sehingga dapat dihubungi oleh editor maupun pembaca setelah artikel diterbitkan.
Apakah Harus Orang yang Sama?
Tidak. Penulis pertama dan penulis korespondensi dapat merupakan orang yang sama atau berbeda, tergantung kesepakatan dan peran masing-masing dalam penelitian dan publikasi.
Bagaimana Pembagian KUM?
Karena itu, porsi angka kredit yang diterima lebih besar dibandingkan penulis lainnya.
Dalam sebuah artikel ilmiah, urutan nama penulis umumnya menggambarkan tingkat kontribusi terhadap penelitian dan penyusunan naskah. Oleh karena itu, sistem penilaian angka kredit juga mempertimbangkan posisi tersebut.
Penulis yang memiliki kontribusi utama akan memperoleh porsi angka kredit yang lebih besar dibandingkan penulis lainnya. Tujuannya adalah memberikan penghargaan yang proporsional terhadap peran masing-masing individu dalam menghasilkan karya ilmiah.
Meski demikian, bukan berarti penulis anggota tidak mendapatkan manfaat. Semua penulis tetap memperoleh angka kredit, hanya saja besarannya berbeda.
Berdasarkan pedoman penilaian angka kredit dosen yang berlaku saat ini, pembagian umumnya dilakukan sebagai berikut:
Simulasi 1: Artikel dengan Satu Penulis
Jika hanya terdapat satu penulis (penulis tunggal) maka penulis mendapatkan 100% angka kredit.
Misalkan sebuah artikel yang diterbitkan pada SINTA 2 dengan angka kredit 25 maka memiliki nilai maksimal 25 angka kredit jika penulis tunggal.
Namun, perlu diperhatikan bahwa artikel dengan penulis tunggal tidak bisa dijadikan sebagai Syarat Khusus Kenaikan Jabatan Akademik Dosen berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen.
Simulasi 2: Artikel dengan Dua Penulis dengan Penulis Utama dan Koresponden yang Sama
Jika terdapat dua penulis dimana penulis utama juga sebagai penulis koresponden maka perhitungannya adalah:
- Penulis utama dan koresponden memperoleh 60%
- Penulis anggota memperoleh 40%
Misalkan sebuah artikel yang diterbitkan pada SINTA 2 dengan angka kredit 25 maka:
- Penulis utama dan koresponden memperoleh 60% × 25 = 15 angka kredit
- Penulis anggota memperoleh 40% × 25 = 10 angka kredit
Simulasi 3: Artikel dengan Dua Penulis dengan Penulis Utama dan Koresponden Berbeda
Jika terdapat dua penulis di mana satu orang tercantum sebagai penulis utama dan satu orang lainnya sebagai penulis koresponden maka perhitungannya adalah:
- Penulis utama memperoleh 50%
- Penulis koresponden memperoleh 50%
Misalkan sebuah artikel yang diterbitkan pada SINTA 2 dengan angka kredit 25 maka:
- Penulis utama memperoleh 50% × 25 = 12,5 angka kredit
- Penulis koresponden memperoleh 50% × 25 = 12,5 angka kredit
Simulasi 4: Artikel dengan Tiga Penulis dengan Penulis Utama dan Koresponden yang Sama
Jika terdapat tiga penulis di mana penulis utama dan koresponden merupakan orang yang sama maka perhitungannya adalah:
- Penulis utama dan koresponden memperoleh 60%
- Penulis anggota masing-masing memperoleh 20% [40% ÷ 2 = 20%]
Misalkan sebuah artikel yang diterbitkan pada SINTA 2 dengan angka kredit 25 maka:
- Penulis utama dan koresponden memperoleh 60% × 25 = 15 angka kredit
- Penulis anggota masing-masing memperoleh 20% × 25 = 5 angka kredit
Simulasi 3: Artikel dengan Tiga Penulis dengan Penulis Utama dan Koresponden Berbeda
Jika terdapat tiga penulis di mana satu orang tercantum sebagai penulis utama dan satu orang lainnya sebagai penulis koresponden maka perhitungannya adalah:
- Penulis utama memperoleh 40%
- Penulis koresponden memperoleh 40%
- Penulis anggota memperoleh 20%
Misalkan sebuah artikel yang diterbitkan pada SINTA 2 dengan angka kredit 25 maka:
- Penulis utama memperoleh 40% × 25 = 10 angka kredit
- Penulis koresponden memperoleh 40% × 25 = 10 angka kredit
- Penulis anggota memperoleh 20% × 25 = 5 angka kredit
Bagaimana Jika Jumlah Penulis Sangat Banyak?
Pada era kolaborasi saat ini, terutama dalam penelitian multidisiplin atau kerja sama internasional, tidak jarang ditemukan artikel dengan 8, 10, bahkan lebih dari 20 penulis.
Dalam kondisi tersebut, prinsip pembagian tetap sama namun memperhatikan apakah penulis utama dan koresponden merupakan orang yang sama atau tidak.
Untuk memudahkan perhitungan, dosen dapat menggunakan rumus berikut:
Jika Penulis Utama dan Koresponden merupakan Orang yang Sama
- KUM Penulis utama dan koresponden = 60% dari total angka kredit.
- KUM Penulis Anggota = (40% × Total Angka Kredit Artikel) ÷ Jumlah Penulis Anggota
Jika Penulis Utama dan Koresponden merupakan Orang yang Berbeda
- KUM Penulis utama = 40% dari total angka kredit.
- KUM Penulis koresponden = 40% dari total angka kredit.
- KUM Penulis Anggota = (40% × Total Angka Kredit Artikel) ÷ Jumlah Penulis Anggota
Akibatnya, semakin banyak jumlah penulis anggota, semakin kecil pula angka kredit yang diterima oleh masing-masing individu.
Sebagai contoh, artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal terkareditasi SINTA 2 bernilai 25 angka kredit dengan 10 penulis dengan penulis utama dan koresponden adalah orang yang berbeda:
- Penulis utama = 40% × 25 = 10 angka kredit.
- Penulis koresponden = 40% × 25 = 10 angka kredit
- Sisa 16 angka kredit dibagikan kepada 8 penulis anggota.
- Setiap anggota memperoleh sekitar 1,25 angka kredit.
Meskipun nilainya lebih kecil, publikasi kolaboratif tetap memiliki manfaat besar karena umumnya menghasilkan kualitas penelitian yang lebih baik dan berpotensi diterbitkan pada jurnal bereputasi tinggi.
- June 01, 2026
- 0 Comments









