Kalcer Blogging: Dari Menulis Diam-Diam Hingga Menjadi Content Writer
March 15, 2026![]() |
| credit: aindhae.com |
Ada masa ketika menulis blog terasa seperti berbicara kepada ruang yang sunyi.
Kita tidak benar-benar tahu apakah ada yang membaca tulisan itu atau tidak. Tidak ada notifikasi like, tidak ada angka viewers yang terus bergerak seperti sekarang.
Yang ada hanya layar di depan mata, jari yang menari di atas keyboard, dan pikiran yang ingin dituangkan menjadi cerita.
Saat itu saya hanya menulis—tanpa banyak berpikir tentang siapa yang akan membaca atau sejauh mana tulisan blog ini akan membawa saya.
Saya juga tidak pernah menyangka bahwa kebiasaan kecil menulis di blog tersebut suatu hari akan membawa saya bertemu dengan sebuah komunitas yang hangat, yaitu BCC (BloggerCrony Community).
Dari situlah perjalanan blogging saya perlahan berubah, tidak lagi terasa sendirian, tetapi menjadi bagian dari cerita yang lebih besar.
Masa Awal Blogging: Menulis Tanpa Beban
Jika mengingat masa awal ngeblog, rasanya seperti membuka kembali buku harian lama. Haru... Hangat... Kadang sedikit malu... serta Nostalgia...
Saat itu, blog adalah tempat yang sangat personal. Saya menulis catatan yang suatu saat ingin saya buka kembali. Saya juga menulis informasi-informasi yang saya harap bisa berguna bagi pembacanya. Namun, saking personalnya blog, tak ada yang tahu, tak ada pembaca, bahkan tak ada komentar apalagi pengikut
Wajar… saat itu saya belum tahu, bahkan sangat awal, tentang strategi SEO dan optimasi kata kunci.
Blog hanya menjadi ruang aman untuk bercerita dan justru saat itulah menulis terasa sangat jujur.
Ketika Blogging Tidak Lagi Sendiri
Perjalanan blogging terasa berbeda ketika saya mengenal BloggerCrony Community (BCC) yang menjadi salah satu komunitas yang mengawal aindhae.com menjadi seperti sekarang ini. Saat itu mungkin sekitar tahun 2023.
Niat sederhana dan mulia yaitu ingin menemukan teman sesama blogger.
Namun, ternyata BCC lebih dari sekadar komunitas.
Di sana saya menemukan orang-orang yang memiliki semangat yang sama untuk mencintai dunia menulis, berbagi cerita, dan terus belajar serta berinovasi.
Melalui kegiatan BCC, terutama BloggerDay. Meskipun tak banyak, saya mengikuti beberapa kegiatan yang belum pernah saya rasakan kalau saya ngeblog sendiri tanpa komunitas. Mulai dari BCC x Affiliate 2023. Ini pertama kali saya belajar tentang affiliate.
Ada BCC Squad Partnership Personal Care Store Delivery Service di mana artikelnya bisa dibaca di Migrasi Belanja Produk Kecantikan Ke Watsons Online.
Ada Gathering Tim Buku Perdana Bloggercrony. Saya akhirnya bisa merampungkan ebook-nya di sela-sela kesibukan yang padat merayap, meskipun bukunya belum terbit juga sih. Suka dukanya mulai coaching yang harus ngatur waktu karena agenda lagi padat-padatnya hingga ebook rampung saya tuliskan di Keseruan Belajar Bikin Ebook di Canva Coaching Series.
Serta, akhirnya nama saya tembus sebagai Peserta BloggerDay 2025 dalam rangka peringatan HUT Bloggercrony setelah beberapa kali gagal yang diadakan secara hybrid pada Sabtu, 22 Februari 2025 yang lalu. Tentu saja, saya berpartisipasi sebagai peserta daring. Keseruan saya sebagai peserta pun saya tuangkan pada Thank You BloggerDay 2025, Sampai Jumpa 3 Tahun Lagi!.
| credit: BCC |
Apalagi BCC baru saja merayakan anniversarynya yang ke 11 pada 24 Februari lalu.
Bergabung bersama BCC itu ada...
Rasa kebersamaan.
Ada diskusi.
Ada informasi.
Ada cerita yang saling bertukar.
Dan dari sana saya sadar bahwa blogging bukan hanya tentang tulisan, tetapi juga tentang komunitas yang saling menguatkan.
Bloggin membawa saya pada orang-orang luar biasa yang mungkin tidak akan saya temui jika saya tidak pernah mulai menulis.
Blogging Masa Dulu vs Blogging Masa Kini
Jika melihat perjalanan blogging dari masa awal hingga sekarang, perubahan terasa sangat jelas.
Blogging Masa Awal
Blog terasa seperti ruang yang sangat pribadi. Tulisan lebih spontan, lebih jujur, dan sering kali lebih panjang.
Blogger menulis karena ingin berbagi cerita. Tidak ada tekanan angka. Komentar dari satu pembaca saja sudah terasa sangat berarti seperti mendapat kabar bahagia dari teman yang berada jauh di sana.
Blogging Masa Kini
Sekarang dunia blogging jauh lebih dinamis.
Blog tidak hanya menjadi tempat menulis, tetapi juga bagian dari ekosistem content creation. Blog menjadi salah satu sektor yang bisa menghasilkan cuan.
Sehingga, Blogger harus belajar banyak mulai dari SEO, strategi konten, branding personal, kolaborasi dengan berbagai pihak
Blog kini bisa menjadi:
portofolio,
media berbagi pengetahuan,
sumber inspirasi,
bahkan peluang profesional.
Namun di tengah semua perubahan itu, ada satu hal yang tidak berubah. Cerita tetap menjadi inti dari blogging. Karena tanpa cerita, blog hanyalah halaman kosong di internet. Seperti kotak hadiah yang kosong.
Pelajaran dari Perjalanan Ini
Jika ada satu hal yang saya pelajari dari perjalanan blogging bersama BCC, itu adalah menulis bukan hanya tentang kata-kata. Menulis adalah tentang keberanian untuk berbagi pengalaman.
Tentang menyadari bahwa cerita kecil kita mungkin berarti bagi orang lain. Dan yang paling penting adalah menemukan komunitas yang membuat perjalanan ini terasa lebih bermakna.
Satu lagi, seorang blogger pun harus berinovasi agar bisa mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Blogging di Tahun 2026: Masih Relevan, Masih Bermakna
Sekarang ini kita hidup di era di mana konten hadir di mana-mana, namun audiovisual menjadi utama sekarang ini. Begitu banyak platform dengan fitur-fitur baru yang terus bermunculan.
Namun, blog masih memiliki tempat yang istimewa. Blog adalah ruang di mana cerita bisa ditulis dengan lebih dalam, lebih utuh, dan lebih reflektif.
aindhae.com saya besarkan dengan postingan sepenuh hati, sederhana, namun saya tetap ingin bisa berbagi dengan pembaca melalui tulisan.
Bagi saya, ngeblog bukan sekadar tren digital meskipun sekarang sudah tidak tren lagi. Ini akan terus menjadi perjalanan panjang saya untuk tetap menulis. Perjalanan yang membuat saya bertemu dengan salah satu komunitas blog terbesar di Indonesia, seperti BCC.
Selama masih ada cerita yang ingin dibagikan, saya yakin blogging akan selalu menemukan sendiri pembacanya.











0 komentar
Terima kasih telah mengunjungi aindhae.com. Silahkan komentar dengan bijak. No spam please!
Link error? Tell me please.