Diundang Seminar Bareng Pelaku Ekonomi Kreatif & UMKM

August 01, 2021

Business Matching UMKM Sektor Ekonomi Kreatif (credit: aindhae)

Akhirnya setelah sekian lama bisa juga menulis tentang event atau kegiatan yang saya ikuti sejak pulang di Makassar. Bisa dibilang ini adalah event pertama. Jadi, event yang saya ikuti ini judulnya "Business Matching UMKM Sektor Ekonomi Kreatif" yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Bukan, saya bukan dari pelalu UMKM atau dari pihak pelaksana. Kebetulan saya mendapatkan undangan untuk menghadiri acara ini terkait pekerjaan saya sebagai Field Qualitative Researcher di ASEAN Foundation dan Puskamuda. Saat itu, saya menghubungi pihak Disbudpar untuk melakukan wawancara terkait masalah usaha yang ada di Makassar termasuk dampak pandemi yang mereka amati. Nah, karena itu mereka menganggap saya sebagai orang yang punya andil dalam UMKM meskipun sih saya sudah bilang kalo kontrak saya sudah selesai di akhir Juni lalu. Eh, tapi malah dapat pekerjaan jadi enumerator tentang UMKM juga sekarang.

Baca Juga:

LULUSAN S1 PETERNAKAN BINGUNG MAU DAFTAR CPNS 2021? CEK INI YUK

PENGALAMAN TES SKD CPNS 2019 DI KEMENTERIAN PERTANIAN

Nostalgia

Saya jadi ingat dulu waktu di Bogor juga mendaftar untuk ikut acara "BISMA Goes To Get Member (BIGGER)" yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (namanya masih ini waktu itu, bekum digabung dengan Kementerian Pariwisata) kala itu. Pesertanya ada 200 dan itu tuh dipilih. Berhubung pengen ikut tapi belum punya usaha. Alhasil saya mengungkapkan alasan saya ingin ikut adalah pengen mendirikan sebuah brand aindhae. Kalo dipikir-pikir itu pertama kali saya mengungkapkan keinginan saya tersebut. Eh ternyata terpilih dong, tapi agak keki juga pas ditanya punya usaha apa tapi kubilang belum, panitia pun bingung kok saya bisa lolos. Hahahahh...

Okey, back to topic

Senang sih rasanya pas dihubungi untuk menghadiri acara ini. Sebagai orang yang belum memiliki pekerjaan tetap dan gak terllau nyambung dengan jurusan, ini tuh kesempatan buat menikmati fasilitas yang tersedia dan itu gratis. Apalagi ini tuh acaranya kan ada offline dan online. Nah, untuk yang offline tuh cuma buat undangan dan pesertanya cuma 31 orang waktu aku lihat saat registasi ulang. Tiba-tiba merasa jadi orang penting padahal mah kagak yeuy.

Btw, saya dulu waktu kuliah di Bogor suka ikut kegiatan event gitu semacam seminar dsb yang tentu gratis. Lumayan kan dapat snack, makan siang bahkan souvenir.

Saya berterima kasih atas undangan yang diberikan tentunya. Maka dari itu sebagai ucapan terima kasih, saya mau berbagi mengenai kegiatan yang saya ikuti ini. Soalnya kalo gak salah pihak Disbudpar waktu itu nanya apakah punya kenalan media, kubilang gak punya karena memang gak. Gak mungkin kubilang punya blog kan secara blog pribadi.

Berhubung saya gak terlalu tahu menahu soal UMKM jadi saya akan lebih berbagi mengenai teknis acara diadakan.

Business Matching UMKM Sektor Ekonomi Kreatif (credit: Disbudpar Provinsi Sulawesi Selatan)

Let's go!

Acara  "Business Matching UMKM Sektor Ekonomi Kreatif" ini diadakan di Hotel the Rinra yang lokasinya gak jauh dari Pantai Losari. Berhubung saya orang sudiang (kalo orang Makassar pasti tahu tuh bagaimana terpinggirkannya daerah satu ini meski fasilitas yang ada di Makassar ada di Sudiang) dan pengguna angkutan umum akhirnya pete-pete terus nyambung ojol kesana. Itu pun bukan pertama kali kesana karena pernah ikut Seminar Internasional ICSFT 2019 di Hotel The Rinra juga. Jadi gak terlalu kikuk cari tempatnya.

Setibanya disana saya ketemu dengan orang yang juga ingin menghadiri acara yang sama, satu orang laki-laki dan satu orang perempuan yang memang ridak saling kenal. Sayangnya perempuannya tersebut bukan undangan jadi gak diperbolehkan masuk. Dengar-dengar sih dia dari dinas pariwisata di Bone dan dapat undangan dari rekannya. Hingga saya dan satu orang lagi udah didalam tapi perempuan yang tadi masih gak kelihatan yang artinya dia pulang dong? Wow, tegas sih tapi agak gimana gitu rasanya. Padahal masih ada beberapa bangku yang kosong untuk peserta. Okelah kalo memang dia gak dapat undangan pihak penyelenggara, tapi setidaknya ada kebijakan lah buat mempersilahkan dia masuk ikut materi namun tidak mendapatkan fasilitas tertentu. Hmmm... mungkin yang baca tulisan saya bisa mempertimbangkan hal ini kalo mengadakan acara untuk menghargai effort peserta yang telah datang ke lokasi. Sayang banget kan? Ya ampun, baru aja bahas acara udah dapat minusnya. Tapi selanjutnya udah poin plus kok.

Nah, sempat juga pas registrasi kan peserta diminta buat nitipin KTP buat didaftar di QRIS. Nah loh, agak keki dong berhubung saya bukan pelaku umkm. Jadi agak debat sedikit biar gak nitip KTPku. Ada NIKnya loh dan saya gak mau sampai disalahgunakan. Alhamdulillah, panitia registrasi ternyata mengiyakan permintaan saya.

Tentang acara "Business Matching UMKM Sektor Ekonomi Kreatif"

Nah kan ada grup whatsapp tuh buat peserta dan ada absen yang diketik manual di grup. Nah kan ada nomornya tuh, itu bakal jadi nomor kursi. Pas masuk ternyata udah ditempatin kursiku, untungnya panitia sigap untuk duduk di kursi yang kosong. Jadi, modelnya meja bundar dengan 4 kursi per meja. Efek pandemi dan PPKM jadi sengaja dibuat lega dan kita tetap dihimbau untuk tetap jaga prokes. Meskipun acaranya jam 8, saya sengaja datang jam 9 karena biasanya acara ngaret. Eh iya bener, pas datang baru sambutan pembuka dong.

Sambutan selesai langsung dilanjutkan dengan acara inti yaitu materi yang sesuai dengan judul acara "Business Matching UMKM Sektor Ekonomi Kreatif". Yah, meskipun rada-rada gak ngerti dengan materinya tapi setidaknya ada lah yang masuk, kayak oh ternyata gitu yah. Peserta lainnya pun sepertinya menyimak dengan baik karena disambut antusias saat sesi pertanyaan.

Mejaku beberapa kali didatangi entah itu lembar pengisian formulir atau informasi kredit usaha, sampai dikirain pemilik UMKM, juga dibawain snack dan minuman anget dan ini yang kutunggu. Sejak pandemi memang sebagian besar acara, event atau kegiatan tuh snacknya dikotakin termasuk acara yang saya ikuti kali ini. Katanya biar meminimalisir. Termasuk makan siang + snack lagi yang alhamdulillah dapat, yang sudah di kemas di paper bag yang dibagikan setelah penutupan acara. Selain itu, peserta juga dapat souvenir dari salah satu UMKM di Makassar yang berisi kaos, pin, sticker dan voucher. Lincahnya panitia itu kan souvenirnya dikemas dalam kotak yang masing-masing sudah ada nama peserta. Jadi, gak bakal ketukar. Aman dong.

Acara berakhir...

Acaranya yang harus selesai jam 12 pun jadi ngaret untuk merespon pertanyaan semua penanya yang telah dipersilahkan, termasuk yang online. Orang-orang penting yang hadir di acara itu sepertinya sedang berkeliling. Termasuk para Pelaku UMKM yang saling bertegur sapa. Saya? Hanya bisa duduk diam. Sempat ditanya oleh salah seorang dari UMKM mana diriku. Jawaban bahwa diriku bukan pelaku UMKM membuat percakapan itu berakhir begitu saja. Hahaha. 

Tak ada yang dilakukan, kuputuskan untuk salat dengan barang-barangku yang masih di meja biar gak rempong. Tapi pas balik semua aman kok dan akhirnya kuputuskan untuk beranjak dan turun ke lobi. Di lobi pun saya duduk dulu buat menimbang apakah langsung pulang atau singgah jalan-jalan dulu di Mall PIPO yang masih satu gedung dengan Hotel The Rinra. Melihat kondisi paper bag yang tidak mendukung alias sudah ada yang sobek akhirnya kuputuskan pulang. Saat pulang pun saya masih menggunakan pikihan yang sama yaitu ojol dan pete-pete. Untungnya ada promo grabsehat saat itu jadi ongkos ojol lebih hemat, hehehh...

Penutup

Nah, satu hal dariku sebagai penutup. Enaknya ikut acara ini kan tempat duduk yang berjarak-jarak, Biasalah karena masih pandemi. Jadi gak begitu terasa kalo datamg sendirian dan gak punya kenalan siapa-siapa disana.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi aindhae.com. Silahkan komentar dengan bijak. No spam please!
Link error? Tell me please.

ARSIP

PART OF