Beginilah Polemik Penindakan Kejahatan di...

August 13, 2022

Baru tahu saya soal Hari Keadilan International yang jatuh pada 17 Juli di setiap tahunnya. Berbicara soal keadilan emang gak pernah lepas dari hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Sayangnya penegakan keadilan emang gak sesempurna yang dibayangkan. Ya, gimanapun sistem yang dibuat manusia pasti akan ada celahnya. Manusia kan srata dengan kesalahan. Apalagi di negeri gemah ripah loh jinawi ini.

Bukannya pesimis sih tapi ada aja kejadian yang bikin saya sebisa mungkin tidak berurusan dengan pihak penegakan keadilan. Jangan sampai deh. Yah, walaupun masih ada sih penegak keadilan yang bisa diandalkan dan dapat dipercaya tapi polemik tentang penindakan kejahatan pasti selalu ada.

Baca juga:

MENELITI DAN MENULIS BARENG KEDAI BUKU JENNY

TRANSAKSI DIGITALKU YANG TERGANTUNG SIKON

KELUARGAKU MENGAJARKANKU...

It's about money!

Ada juga soal kasus penindakan kejahatan seperti penipuan. Kayak kasus di tempat kerja teman saya yang ditipu setelah mengirimkan beberapa produknya ke pelanggan tapi ternyata resi pembayaran yang dikirim ternyata tipuan. Rugi dong sampai puluhan juta dan pengen barangnya bisa kembali. Nah, buat nangkap si pelaku sampai korban harus menyiapkan duit untuk ongkos pesaat karena penipunya yangs udah membeawa produknya hingga keluar pulau. Jadi, koban harus menyiapkan uang sendiri buat ngibiayain semua proses penangkapan. Ternyata barangnya masih bsia bali tapi syangnya pelaku gak ketangkap. Sayang aja tapi yang menjadi pertanyaan saya adalah memangnya kita juga yah yang membiayai semua itu? Kalo memang iya sih berarti saya yang salah karena saya memang gak tahu tapi kalo bukan kan malah korbannya sudah ketipu eh malah keluar lagi duitnya buat nangkap si penipu. Nombok dong. 

Orang dalam

Ada juga dimana saat-saat kasus kejahatan yang kita laporkan hanya dalam bentuk laoran aja karena gak ada tindak lanjutnya kalo kita gak punya kenalan siapa pun. Yah, setidaknya persentase buat kasus kita buat ditindaklanjuti itu kecil banget. Kalo gitu mending gak usah lapor gak sih. 

Tajam ke bawah, tumpul ke atas

Peribahasa ini emang bisa menggambarkan penindakan kejahatan disini dimana tindak lanjut untuk pelaku dari masyarakat menengah ke bawah akan sangat keras sedangkan masyarakat papan atas sakan diberikan kelonggaran dan keringanan. Padahal semua kan sama di mata hukum tapi cem mana kalo kayak gini?

Ga viral gak ditindak

Pernah gak sih saat scroll sosial media teru snemuin kasus kejahatan gitu tapi gak ada tindak lanjutnya. Saya sering lihat kasus seperti itu dimana banyak kasus yang awalnya gak digubris sama sekali sama si penegak keadilan tapi setelah viral di sosial media yang notabene dapat tekanan dari masyarakat di sosila media sampai dibicarakan dimana pun baru deh tuh yang kegocek buat conference press terus ditindak dan bla bla bla. Kayaknya emang harus viral dulu baru mau ditindak. 

Ya gitu deh  keadaan disini tapi kok dilihat-lihat hampir di semua tempat yah ada praktek-praktek kayak gini. Eh, jadi curhat deh. 

Soal penindakan kejahatan yang adil masih ada, pasti itu. Kalo gak ada mungkin sudah dekat kiamat kali yah. Nanti setelah kiamat, penghasilan seadil-adilnya yah cuma Yaumul Hisab dimana hari perhitungan amal baik dan buruk manusia setelah hari akhir.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi aindhae.com. Silahkan komentar dengan bijak. No spam please!
Link error? Tell me please.

ARSIP

PART OF