Dibalik Duka

August 05, 2022

(credit: Twitter @ata_lia)

Adakah yang ingat tentang foto diatas?

Saya aja yang lihat momen di foto itu rasanya gak akan kuat apalagi mereka yang merasakan.

Ingatan kita tentang hanyutnya Emmeril Khan Mumtadz setelah berenang di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss yang berujung ditemukannya jasadnya setelah 14 hari pencarian mungkin sudah samar-samar. Namun, bagi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan istrinya Atalia Praratya tentu tidak seperti itu, tidak akan pernah. Eril, yang menjadi sapaan dari putra sulung mereka telah meninggalkan mereka secara fisik namun dalam ingatan tentu saja akan selalu terkenang sepanjang hidup mereka.

Baca juga:

TANTANGAN NGEBLOG IIDN MAKASSAR 

BPN RAMADAN 2022

BPN RAMADAN 2021

Meskipun duka yang terjadi kepada keluarga Ridwan Kamil bisa membuat kita terenyuh namun ada saja kisah mereka yang bisa kita petik hikmahnya. 

Ajal tak ada yang tahu

Tak ada yang tahu kapan kita akan meninggal dan bagaimana caranya. Apalagi kisah Eril mengingatkan kita bahwa siapapun bisa saja terkena musibah kapan pun dan dimana pun tanpa terkecuali. Tua atau pun muda tidak menjadi alasan ajal menjemput. Bahkan sehat atau pun sakit tak akan menjamin siapa yang akan lebih dulu menemui ajalnya.

Keteguhan hati orang tua

Saya salut atas keteguhan hati keluarah Eril, yaitu Pak Ridwan Kamil dan Bu Atalia. Bagaimana tidak, Pak Ridwan Kamil sebagai orang nomor satu di Jawa Barat yang tetap harus memperhatikan kewajibannya sebagai pemimpin namun masih tetap berusaha untuk mencari Eril semenjak memgetahui kejadian yang memilukan dimana Eril hanyut di Sungai Aare. Hingga harus merelakan untuk pulang lebih dulu ke Indonesia karena berbagai faktor. 

Rasanya tak ada yang mengalihkan rasa pilunya orang tua ketika itu. Bahkan saya yang hanya meengetahui berita tersebut melalui smartphone tv pun ikut terenyuh. Mereka berusaha tegar karena masih ada tanggung jawab lain yang juga butuh perhatian mereka termasuk adik Eril yaitu Zara dan Arkan. Terlebih lagi, Arkan yang masih bocah yang ternyata tidak ikut ke Swiss bersama orang tua dan dua saudaranya. Belum lagi, masyarakat Jawa Barat yang juga membutuhkan pemimpinnya.

Hingga akhirnya penantian keluarga dan kerabat terjawab dengan ditemukannya jasadnya. Ketar-ketir menanti kabar namun mereka masih tetap mencoba legowo menerima takdir yang telah disuratkan. 

Menikmati momen bersama orang terkasih

Ini jadi pengingat kita wahai Manusia yang kadang sibuk dengan diri sendiri ya termasuk diriku. Bisa saja saya atau orang yang kita kasihi entah itu keluarga, teman maupun kekasih yang lebih dulu menjemput ajal. Makanya jangan sampai menyesal atau membuat orang yang kita kasihi itu sampai menyesal karena tidak memiliki momen-momen Indah yang bisa diingat. Jangan sampai karena sibuk dengan diri sendiri malah momen-momen yang tidak mengenakkan yang terjadi. Sayang banget euy, sayangi orang disekitarmu. Tunjukkan jangan hanya dengan perkataan tapi juga dengan perbuatan. Perkataan itu penting untu menyampaikan bagaimana perasaan kita namun perbuatan juga penting loh untuk membuktikan bahwa perasaan kita tulis dan murni. Duhh... Baper deh~

Bagaimana denganku?

Duka yang menimpa Eril membuat saya menjadi berpikir tentang bagaimana kira-kira saat ajal menjemput diriku. Apakah saya akan siap atau malah tidak? Sebagai insan manusia kita memang selalu berpikir positif untuk melakukan yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain namun kadang kala diri ini malah terjerumus oleh nikmat duniawi yang kadamg lupa kalo ajal bisa menjemput saat saya terlalu sibuk dengan duniawi.

Apalagi merasakan duka yang sama yang terjadi pada keluarga Ridwan Kamil. Rasanya diriku tak akan sanggup menghadapinya. Padahal Allah sudah mengingatkan kita bahwa "Tidak ada ujian yang melebihi k emampuan" yang ada pada Surat Al-Baqarah Ayat 286. Aduh, kok malah jadi alim banget yah. Ya Allah, tolong lindungi hamba-hambamu ini. Duh, jadi sok alim deh, maaf yah tapi mudah-mudahan bisa alim beneran sih biar bisa dijemput ajal dalam keadaan husnul khotimah, aamiin...

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi aindhae.com. Silahkan komentar dengan bijak. No spam please!
Link error? Tell me please.

ARSIP

PART OF