Serba Serbi Scopus

April 02, 2023

Bagi peneliti yang jam terbangnya sudah tinggi pasti sudah gak asing lagi dengan Scopus. Biasanya yang bingung tuh yang mahasiswa atau dosen dan peneliti yang masih newbie. Apalagi kalo ada yang jurnalnya tembus Scopus, pasti dibilang keren tuh.

Scopus adalah basis data literatur ilmiah secara global yang bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat mengenai metadata masing-masing artikel ilmiah secara individual, termasuk di dalamnya adalah data publikasi, abstrak dan referensi.Scopus juga mbisa menunjukkan pengaruh suatu jurnal atau instansi dalam publikasi ilmiah berdasarkan hubungan sitasi dari dan ke artikel-artikel yang diterbitkan oleh sebuah jurnal atau dipublikasikan oleh peneliti-peneliti dari suatu institusi. Maka, pengguna Scopus dengan mudah mendapatkan informasi mengenai apa yang sudah dipublikasikan oleh penerbit-penerbit atau lembaga-lembaga riset dari seluruh dunia; dan kemana sebaiknya kita mempublikasikan karya kita.

Scopus, Elsevier, dan Scimago

Scopus merupakan salah satu pusat data literatur ilmiah terbesar milik Elsevier. Elsevier adalah penerbit terkemuka dunia yang berbasis di Amsterdam, Belanda dan telah berdiri sejak 1880 yang menyediakan informasi terkemuka untuk meningkatkan kinerja para profesional sains, kesehatan, dan teknologi.

SCImago Journal Rank (SJR) sendiri merupakan portal untuk melihat jurnal scopus yang dibagi atas 4 quartile dan kita juga bisa melihat perangkingan berdasarkan negara dan subjek bidang keilmuan. SCImago sendiri adalah kelompok riset dari Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), Universitas Granada, Extremadura, Carlos III (Madrid) dan Alcalá de Henares yang fokus pada analisis informasi, representasi dan pengambilan dengan teknik visualisasi. SCImago bekerjasama dengan Scopus untuk mengetahui sejauh mana ukuran pengaruh ilmiah (scientific influence) sebuah jurnal yang mempertimbangkan 2 hal: (i) Jumlah artikel yang merujuk, dan (ii) Popularistas dari jurnal lain yang merujuk jurnal tersebut. 

Quartile Scopus 

Bukan hanya jurnal nasional saja yang memiliki peringkat mulai dari SINTA 1 hingga SINTA 6 tapi jurnal internasional juga yang dimana pemeringkatan jurnal ini dipelopori oleh jurnal luar. 

Prinsipnya masih sama semakin kecil angkanya maka semakin bereputasi jurnalnya namun semakin ketat pula prosesur agar artikel kita bisa tembus. Ssstt, biasanya makin mahal juga harganya. Biasanya yah tapi gak semua.

Nah, berikut peringkat jurnal Scopus:

  1. Jurnal Quartile 1 (Q1) yaitu jurnal yang memiliki percentile 75%-99%
  2. Jurnal Quartile 2 (Q2) yaitu Jurnal yang memiliki percentile 50%-74%
  3. Jurnal Quartile 3 (Q3) yaitu jurnal yang memiliki percentile 25%-49%
  4. Jurnal Quartile 4 (Q4) yaitu jurnal yang memiliki percentile 0%-24%

Scopus ID

Scopus ID seperti sebuah tanda pengenal bagi seorang peneliti atau penulis dimana semua artikel ilmiahnya yang telah terindeks Scopus akan bisa ditemukan di halaman profilnya.

Scopus ID ini tidak bisa didapatkan dengan hanya buat akun dan langsung jadi. Tidak yah! Jadi, Scopus ID bisa diperoleh jika kita sudah memiliki minimal 1 artikel ilmiah yang terindeks Scopus. Itupun, kalo cuma satu harus pake trik baru bisa mendapatkan Scopus ID. 

Nah, berikut ini cara mendapatkan Scopus ID dengan beberapa kriteria:

1. Apabila artikel terindeks Scopus lebih dari 1

  1. Buka laman scopus.com lalu klik search maka akan diarahkan langsung ke halaman search for author profile
  2. Masukkan nama depan dan belakang
  3. Masukkan afiliasi
  4. Klik Search
  5. Klik nama author yang dicari maka akan mengarah ke halaman profil Scopus. Scopus ID dapat dilihat dibawah nama dan afiliasi author yang berada tepat disisi logo Scopus.
  6. Bisa juga melalui copy link pada nama author contohnya seperti https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57217525923. Nah, 11 angka terakhir yang ada pada link tersebut merupakan Scopus ID 

2. Apabila artikel terindeks Scopus hanya 1 Dan hanya bisa menggunakan laptop

  1. Buka laman scopus.com lalu klik search maka akan diarahkan langsung ke halaman search for author profile
  2. Masukkan nama depan dan belakang
  3. Masukkan afiliasi
  4. Klik Search
  5. Klik kanan nama author yang diinginkan lalu pilih inspect element atau tekan shortcut Ctrl+Shift+I maka layar element akan muncul 
  6. Scopus ID berada setelah nama author yang dicari

3. Kalo cara ke-1 dan ke-2 gak mempan

  1. Meminta pertolongan kepada teman atau kolega yang sudah memiliki akun Scopus
  2. Minta mereka untukg login pada halaman scopus.com lalu klik search
  3. Masukkan judul artikel pada kolom Search Documents
  4. Setelah pencarian selesai maka akan muncul artikel yang dicari. 
  5. Klik nama author yang diinginkan maka akan mengarah ke halaman profil Scopus. Scopus ID dapat dilihat dibawah nama dan afiliasi author yang berada tepat disisi logo Scopus.
  6. Bisa juga melalui copy link pada nama author contohnya seperti https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57217525923. Nah, 11 angka terakhir yang ada pada link tersebut merupakan Scopus ID 

Scopus dan SINTA

Nah, Scopus juga punya andil nih dalam menaikkan Skor SINTA loh dimana semakin kecil quartilenya maka semakin besar Skor SINTA yang bisa diperoleh dengan memperhitungkan posisi peneliti sebagai penulis artikelnya baik sebagai penulis tunggal, penulis pertama maupun sebagai penulis anggota.

Tujuannya apa? Yah, Scopus ini ditampilkan dalam akun SINTA untuk memperlihatkan rekam jejak penelitian tak hanya di ranah lokal maupun nasional tapi juga yang sudah berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan di kancah internasional. 

Memasukkan Scopus ID di SINTA

  1. Login di laman sinta.kemdikbud.go.id. 
  2. Arahkan kursor ke Nama yang berada di sudut kanan atas lalu Klik My Profile
  3. Arahkan kursor ke SINTA ID yang masih berada di sudut kanan atas lalu klik Update Profile
  4. Login dengan menggunakan Email dan Password yang digunakan saat registrasi sinta.
  5. Arahkan kursor ke Nama lalu Klik My Profile.
  6. Arahkan kursor ke SINTA ID dibagian pojok kanan atas lalu klik Update Profile
  7. Masukkan Scopus ID di kolom yang sudah disediakan
  8. Klik Update Profile dan akan muncul Success! Update Profile Success
  9. Bagi yang belum memiliki akun silahkan register terlebih dahulu yang tutorialnya sudah berseliweran dimana-mana. Jadi, pas register sekalian memasukkan Scopus ID.

Sinkronisasi Scopus di Akun SINTA

Nah, biar artikel ilmiah yang ada di profil author Scopus up to date muncul di SINTA maka harus rutin untuk melakukan sinkronisasi sbb:

  1. Login di laman sinta.kemdikbud.go.id. 
  2. Arahkan kursor ke Nama yang berada di sudut kanan atas lalu Klik My Profile 
  3. Klik My SINTA dan pilih Publication Scopus
  4. Klik Req. Synchronization kemudian muncul Request Synchronization lalu pilih Yes, send request. Jika sinkronisasi berhasil maka akan muncul Success! Request synchronization success namun jika tidak makan akan muncul Warning! Sorry, synchronization by the author only is allowed once every 7 days

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi aindhae.com. Silahkan komentar dengan bijak. No spam please!
Link error? Tell me please.

ARSIP

PART OF